Latihan Lari dari Rumah: Olahraga untuk Running

Latihan lari tidak hanya dilakukan dengan berlari. Latihan pendukung seperti strength training, latihan core, keseimbangan, dan kekuatan dapat Anda lakukan di rumah. Latihan lari ini dapat membantu memperkuat otot, menjaga stabilitas tubuh, dan mendukung performa saat berlari. Latihan lari di rumah juga bisa dilakukan dengan peralatan sederhana seperti dumbbell, kettlebell, resistance band, treadmill, atau plyo box. Menambahkan latihan kekuatan 2–3 kali seminggu juga dapat membantu menjaga postur dan membuat langkah tetap kuat selama berlari.
Tips Latihan Olahraga di Rumah untuk Lari
Latihan kekuatan di rumah dilakukan bukan untuk menggantikan latihan lari, tetapi untuk membantu tubuh lebih kuat dan siap menghadapi benturan berulang saat berlari intens. Beberapa prinsip berikut dapat membantu Anda mengatur latihan lari dan strength training dengan lebih seimbang:
Selang-seling sesi latihan lari dan latihan pendukung: Latihan kekuatan sebaiknya menjadi pelengkap latihan lari dan dimasukkan ke dalam rutinitas latihan lari Anda. Sebagai panduan, Anda dapat menggunakan sekitar 3 sesi lari untuk setiap 1 sesi strength, lalu menyesuaikannya dengan kondisi dan program latihan.
Lakukan latihan tambahan saat tubuh masih segar: Latihan tambahan sebaiknya dilakukan saat energi masih cukup atau dipisahkan dari sesi lari berat. Dengan begitu, Anda dapat menjaga teknik dan kontrol gerakan dengan baik.
Berikan waktu recovery yang cukup: Istirahat sekitar 30–60 detik antar set untuk latihan umum dan berikan setidaknya 24 jam sebelum melakukan sesi strength berat berikutnya. Waktu recovery dapat disesuaikan dengan intensitas latihan lari dan kondisi tubuh.
Tingkatkan secara bertahap: Tambahkan beban atau repetisi secara perlahan seiring meningkatnya kekuatan. Sebagai panduan praktis, jika Anda mampu melakukan 2 repetisi tambahan pada set terakhir selama 2 sesi berturut-turut, Anda dapat mempertimbangkan untuk menaikkan beban.
Latihan Pendukung Lari untuk Strength atau Kekuatan
Latihan kekuatan untuk mendukung latihan lari dapat membantu memperkuat otot paha, bokong, betis, dan panggul. Bagi pelari, latihan ini membantu menghasilkan langkah yang lebih kuat, menjaga stabilitas tubuh, dan membuat tubuh lebih siap menghadapi benturan saat berlari. Enam gerakan berikut dapat menjadi dasar latihan lari untuk menambah stamina dan daya dorong kaki.
Squat
Squat melatih quadriceps, glutes, dan core. Gerakan ini membantu memperkuat kaki, menjaga stabilitas saat berlari, dan mendukung dorongan langkah.
Pilihan Alat: bodyweight untuk pemula, dumbbell atau kettlebell untuk goblet squat, serta barbell atau Smith machine untuk beban yang lebih berat.
Cara Melakukan:
Berdiri tegap dengan kaki selebar bahu dan ujung kaki sedikit mengarah ke luar.
Dorong pinggul ke belakang dan tekuk lutut seperti hendak duduk.
Turunkan tubuh sesuai kemampuan sambil menjaga dada tetap terbuka dan core tetap aktif.
Dorong telapak kaki ke lantai untuk kembali berdiri tegak.
Romanian Deadlift
Romanian Deadlift melatih hamstring, glutes, dan punggung bawah. Gerakan ini membantu memperkuat otot bagian belakang tubuh dan mendorong pinggul saat berlari.
Pilihan Alat: Dumbbell, kettlebell, atau barbell.
Cara Melakukan:
Berdiri tegap sambil memegang beban di depan paha dengan lutut sedikit ditekuk.
Dorong pinggul ke belakang sambil menurunkan beban dekat dengan kaki.
Jaga punggung tetap lurus dan netral selama gerakan.
Turunkan beban hingga hamstring terasa meregang, lalu dorong pinggul ke depan untuk kembali berdiri.
Bulgarian Split Squat
Bulgarian Split Squat melatih kekuatan satu kaki, keseimbangan, dan stabilitas panggul. Gerakan ini cocok untuk pelari karena melatih kaki secara bergantian.
Pilihan Alat: Kursi, adjustable bench, atau plyo box untuk kaki belakang. Gunakan dumbbell jika ingin menambah beban.
Cara Melakukan:
Berdiri membelakangi bench atau kursi dengan jarak sekitar dua langkah.
Letakkan punggung telapak satu kaki di atas bench.
Turunkan tubuh secara perlahan dengan menekuk lutut kaki depan.
Dorong kaki depan ke lantai untuk kembali berdiri, lalu ulangi pada kaki lainnya.
Walking Lunge
Walking Lunge melatih kekuatan kaki, stabilitas lutut, dan koordinasi langkah. Gerakannya juga melibatkan pola langkah yang mirip dengan gerakan saat berlari.
Pilihan Alat: Bodyweight untuk pemula atau dumbbell dan kettlebell untuk menambah beban.
Cara Melakukan:
Langkahkan satu kaki ke depan dan turunkan tubuh hingga kedua lutut menekuk.
Dorong kaki depan ke lantai untuk kembali berdiri dan melangkah maju dengan kaki lainnya.
Lanjutkan gerakan secara bergantian sambil menjaga tubuh tetap tegak.
Jaga langkah tetap stabil agar keseimbangan tetap terkontrol.
Calf Raise
Calf Raise melatih otot betis, terutama gastrocnemius dan soleus. Otot ini membantu saat mendorong tubuh ke depan dan menjaga stabilitas pergelangan kaki saat berlari.
Pilihan Alat: Tanpa alat, menggunakan anak tangga atau pelat untuk jangkauan gerak lebih luas, serta dumbbell untuk menambah beban.
Cara Melakukan:
Berdiri dengan telapak kaki menapak di lantai atau bagian depan kaki berada di tepi anak tangga.
Angkat tumit setinggi mungkin dengan menggunakan otot betis.
Tahan sebentar di posisi atas.
Turunkan tumit secara perlahan hingga mendapat regangan yang nyaman.
Glute Bridge / Hip Thrust
Gerakan ini melatih glutes atau otot bokong untuk membantu menghasilkan dorongan dari panggul saat berlari dan menjaga stabilitas panggul.
Pilihan Alat: Tanpa alat untuk Glute Bridge. Gunakan adjustable bench, dumbbell, atau barbell untuk Hip Thrust.
Cara Melakukan:
Untuk Glute Bridge, berbaring telentang dengan lutut ditekuk dan telapak kaki menapak di lantai.
Untuk Hip Thrust, sandarkan punggung atas pada bench dan letakkan beban di atas panggul.
Dorong panggul ke atas sambil mengencangkan otot bokong hingga tubuh membentuk garis lurus.
Turunkan panggul secara perlahan ke posisi awal.
Latihan Pendukung Lari untuk Core dan Stabilitas
Otot inti atau core membantu menjaga tubuh tetap stabil saat berlari dan menyalurkan tenaga dari kaki ke arah depan. Core yang kuat membantu mengurangi gerakan tubuh yang tidak perlu sehingga langkah menjadi lebih stabil dan efisien.
Plank
Plank melatih otot perut dan core untuk menjaga tubuh tetap stabil, terutama saat mulai lelah ketika berlari.
Pilihan Alat: matras latihan untuk membuat posisi siku lebih nyaman.
Cara Melakukan:
Posisikan tubuh telungkup dengan bertumpu pada siku dan ujung kaki. Jaga tubuh tetap lurus dari kepala hingga tumit.
Kencangkan otot perut dan bokong. Jangan biarkan pinggul turun atau terlalu tinggi.
Tahan posisi selama 30–60 detik.
Variasi: Lakukan Front Plank dan Side Plank untuk melatih otot perut bagian samping.
Dead Bug
Dead Bug melatih kekuatan core, kontrol tubuh, dan koordinasi antara tangan dan kaki. Gerakan ini juga membantu menjaga tubuh tetap stabil saat berlari.
Pilihan Alat: matras latihan.
Cara Melakukan:
Berbaring telentang dengan kedua tangan lurus ke atas dan lutut ditekuk sekitar 90 derajat.
Turunkan tangan kanan ke belakang kepala sambil meluruskan kaki kiri ke depan.
Kembalikan ke posisi awal, lalu lakukan pada sisi lainnya.
Jaga punggung bawah tetap menempel pada lantai selama gerakan.
Single Leg Balance
Latihan ini melatih keseimbangan, stabilitas pergelangan kaki, dan kontrol tubuh agar tetap stabil saat berlari.
Pilihan Alat: Tanpa alat untuk pemula. Gunakan dumbbell ringan atau balance pad untuk variasi yang lebih sulit.
Cara Melakukan:
Berdiri tegap dengan satu kaki dan angkat kaki lainnya hingga paha kurang lebih sejajar dengan lantai.
Pertahankan posisi selama 30–45 detik, lalu ganti kaki.
Jaga panggul tetap lurus dan tubuh tidak miring ke satu sisi.
Latihan Pendukung Lari untuk Power dan Conditioning
Latihan power dan conditioning membantu meningkatkan daya ledak, kecepatan gerak, koordinasi, dan daya tahan saat berlari. Latihan ini dapat membantu Anda menghadapi sprint, tanjakan, dan perubahan kecepatan saat berlari.
Jump Squat
Jump Squat melatih daya ledak paha dan bokong agar tubuh dapat menghasilkan tenaga dengan cepat saat berlari.
Pilihan Alat: Tanpa alat.
Cara Melakukan:
Lakukan squat ringan, lalu dorong lantai dengan kuat hingga tubuh melompat.
Mendarat dengan lutut sedikit ditekuk untuk mengurangi benturan.
Fokus pada pendaratan yang stabil dan terkontrol, bukan hanya pada tinggi lompatan.
Skater Jump / Lateral Bound
Skater Jump melatih keseimbangan, stabilitas kaki, dan daya ledak ke arah samping.
Pilihan Alat: Tanpa alat.
Cara Melakukan:
Lompat ke samping kanan dan mendarat dengan kaki kanan. Biarkan kaki kiri menyilang di belakang.
Tahan posisi sebentar, lalu lompat ke arah kiri dan mendarat dengan kaki kiri.
Mulai dengan lompatan pendek dan tingkatkan jarak secara bertahap setelah pendaratan sudah stabil.
Mountain Climber
Mountain Climber melatih daya tahan tubuh, otot perut, dan koordinasi gerakan kaki sekaligus meningkatkan intensitas latihan kardio.
Pilihan Alat: Matras latihan.
Cara Melakukan:
Mulai dari posisi plank dengan tangan lurus di bawah bahu.
Tarik lutut kanan ke arah dada, lalu ganti dengan lutut kiri secara bergantian.
Jaga pinggul tetap stabil dan tidak terlalu tinggi selama gerakan.
Jump Rope
Jump rope atau skipping melatih koordinasi, ritme langkah, otot betis, dan daya tahan kardio.
Pilihan Alat: Skipping rope.
Cara Melakukan:
Lakukan lompatan kecil menggunakan bagian depan telapak kaki sambil memutar tali dengan pergelangan tangan.
Jaga lompatan tetap rendah dan lakukan dengan ritme yang ringan dan stabil.
Ringkasan Latihan Pendukung Lari untuk Dilakukan di Rumah
Latihan pendukung lari sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu jenis latihan. Kombinasikan strength, core dan stabilitas, serta power dan conditioning dalam rutinitas secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan. Ringkasan berikut dapat membantu Anda menentukan fungsi dan contoh latihan dari setiap kategori.
Jenis Latihan | Fokus | Manfaat untuk Pelari | Contoh Gerakan |
Strength | Kekuatan otot | Membantu menghasilkan langkah yang lebih kuat | Squat, RDL, Lunge, Hip Thrust |
Core & Stabilitas | Stabilitas dan keseimbangan | Membantu menjaga tubuh tetap stabil | Plank, Dead Bug, Single Leg Balance |
Power & Conditioning | Daya ledak dan daya tahan | Membantu sprint, tanjakan, dan perubahan kecepatan | Jump Squat, Skater Jump, Mountain Climber, Jump Rope |
Sempatkan latihan pendukung ini secara rutin di antara jadwal lari Anda, tetapi tetap sesuaikan jumlah dan intensitasnya dengan program lari serta waktu recovery. Tidak semua latihan harus dilakukan dalam satu sesi; Anda dapat membaginya ke beberapa hari agar latihan tetap seimbang dan tidak mengganggu sesi lari utama.
Contoh Program Latihan Pendukung Lari di Rumah
Berikut adalah rekomendasi susunan program latihan pendukung lari yang dapat dipraktikkan secara teratur di rumah:
Latihan Pendukung Lari untuk Strength 2–3 Kali Seminggu
Latihan pendukung strength membantu memperkuat kaki, bokong, dan panggul agar tubuh lebih siap menerima beban saat berlari.
Squat Goblet / Barbell: 3 set × 8–10 repetisi
Romanian Deadlift RDL: 3 set × 8–10 repetisi
Bulgarian Split Squat: 3 set × 10 repetisi per kaki
Calf Raise: 3 set × 12–15 repetisi
Glute Bridge / Hip Thrust: 3 set × 10–12 repetisi
Latihan Pendukung Lari untuk Core & Stabilitas 2–3 Kali Seminggu
Latihan pendukung core & stabilitas membantu menjaga tubuh tetap seimbang dan stabil selama berlari.
Plank: 3 set × 30–60 detik
Dead Bug: 3 set × 8–10 repetisi per sisi
Single Leg Balance: 3 set × 30–45 detik per kaki
Latihan Pendukung Lari untuk Power & Conditioning 1–2 Kali Seminggu
Latihan pendukung power & conditioning membantu meningkatkan daya ledak, koordinasi, dan daya tahan saat berlari.
Jump Squat: 3 set × 6–8 repetisi
Skater Jump: 3 set × 8 repetisi per sisi
Mountain Climber: 3 set × 30 detik
Jump Rope: 3 set × 30–60 detik
FAQ
Apakah pelari perlu latihan beban untuk strength?
Sangat perlu. Latihan beban membantu pelari memperkuat tendon, meningkatkan efisiensi penggunaan oksigen, memperbaiki postur tubuh, serta mengurangi risiko cedera lutut dan pergelangan kaki secara signifikan. Program latihan harus disesuaikan dengan durasi lari harian Anda.
Berapa kali seminggu saya harus latihan strength?
Pelari disarankan melakukan latihan kekuatan 2 hingga 3 kali seminggu pada hari yang terpisah dari sesi lari intensitas tinggi, atau diselesaikan setelah sesi easy run untuk memberikan waktu pemulihan otot yang cukup.
Apakah latihan beban membuat tubuh saya berat atau kaku?
Tidak. Melakukan latihan beban dengan teknik yang benar dan beban terukur tidak akan membuat tubuh kaku atau terlalu berotot. Sebaliknya, kekuatan otot yang meningkat akan membuat setiap langkah lari terasa lebih ringan dan efisien.
Kapan waktu terbaik untuk melakukan latihan pendukung saat program Lari?
Waktu terbaik adalah di hari istirahat lari atau di sore hari setelah sesi lari pagi. Hindari melakukan latihan pendukung yang intens tepat sebelum sesi lari cepat atau long run agar performa lari tidak terganggu.
Peralatan apa saja yang dibutuhkan untuk latihan pendukung lari di rumah?
Untuk area home gym pribadi maupun gym komersial, alat fitness seperti sepasang dumbbell, kettlebell, resistance band, bench, plyo box, hingga treadmill sudah sangat memadai untuk menjalankan rutinitas latihan pendukung lari yang lengkap.
Berlari Lebih Jauh dan Kuat bersama Strengthbae
Latihan pendukung lari membantu memperkuat tubuh melalui latihan strength, power, core, dan keseimbangan. Dengan peralatan seperti dumbbell, kettlebell, resistance band, bench, hingga treadmill, Anda dapat melakukan latihan di rumah dengan lebih nyaman dan terarah. Latihan ini bukan untuk menggantikan rutinitas lari, tetapi untuk membantu membuat setiap langkah lebih stabil, kuat, dan efisien.
Siap meningkatkan latihan lari Anda dari rumah? Temukan peralatan home gym yang sesuai dengan kebutuhan latihan Anda bersama Strengthbae. Segera hubungi tim kami untuk konsultasi gratis tentang alat gym yang Anda butuhkan.
Strengthbae adalah brand peralatan gym profesional yang menyediakan solusi untuk kebutuhan bisnis gym komersial dan home gym. Mulai dari rack, All in One Trainer, hingga aksesori latihan fungsional seperti sandbag standar Hyrox, semuanya tersedia di Strengthbae.






