Gratis Pengiriman
2 November 2026Latihan dan Olahraga

Perbedaan Weightlifting vs Streetlifting

Perbedaan Weightlifting vs Streetlifting

Weightlifting dan Streetlifting sama-sama merupakan olahraga yang berfokus pada kekuatan, tetapi memiliki gerakan dan cara latihan yang berbeda. Weightlifting mengutamakan gerakan mengangkat barbell dari lantai hingga ke atas kepala melalui teknik Snatch dan Clean & Jerk yang membutuhkan kekuatan, kecepatan, dan koordinasi tubuh.

Sementara itu, Streetlifting menggabungkan latihan menggunakan berat badan sendiri (calisthenics) dengan beban tambahan, seperti weighted pull-up dan weighted dip, untuk meningkatkan kekuatan tubuh bagian atas.

Keduanya membutuhkan teknik dan kontrol tubuh yang baik, tetapi memiliki fokus latihan dan kemampuan fisik yang berbeda.

Apa Itu Weightlifting?

Weightlifting atau Olympic Weightlifting (angkat besi) adalah cabang olahraga Olimpiade yang menguji kemampuan atlet mengangkat barbell dari lantai hingga ke atas kepala. Olahraga ini membutuhkan kombinasi kekuatan otot, kecepatan, fleksibilitas, dan koordinasi tubuh agar beban dapat diangkat dengan teknik yang benar.

Dalam kompetisi Weightlifting, terdapat dua gerakan utama:

  • Snatch: Mengangkat barbell dari lantai langsung ke atas kepala dalam satu gerakan tanpa berhenti.

  • Clean & Jerk: Mengangkat barbell dalam dua tahap, yaitu Clean untuk membawa barbell dari lantai ke bahu, kemudian Jerk untuk mengangkatnya dari bahu ke atas kepala dengan bantuan dorongan kaki.

Istilah weightlifting sering digunakan untuk menyebut semua jenis latihan angkat beban di gym, tetapi istilah yang benar untuk latihan beban adalah weight training. Dalam olahraga kompetisi, weightlifting secara khusus merujuk pada angkat besi Olimpiade yang menggunakan dua gerakan utama tersebut.

Manfaat Weightlifting

  • Explosive Power: Melatih kemampuan otot menghasilkan tenaga besar dalam waktu singkat melalui gerakan Snatch dan Clean & Jerk.

  • Kekuatan Tubuh Bagian Bawah: Memperkuat otot paha depan, paha belakang, dan bokong melalui gerakan mengangkat beban.

  • Koordinasi Tubuh: Melatih kerja sama otot kaki, punggung, bahu, dan lengan saat mengangkat barbell.

  • Stabilitas Overhead: Meningkatkan kemampuan bahu, punggung atas, dan otot inti untuk menjaga beban tetap stabil di atas kepala.

  • Performa Atletik: Membantu meningkatkan kekuatan, kecepatan gerakan, dan daya ledak yang berguna untuk olahraga seperti lari cepat dan melompat.

Apa Itu Streetlifting?

Streetlifting adalah olahraga kekuatan yang berkembang dari calisthenics, atau sering disebut weighted calisthenics. Berbeda dengan calisthenics biasa yang menggunakan berat badan sendiri, Streetlifting menambahkan beban eksternal untuk meningkatkan kekuatan dan menguji kemampuan atlet mengangkat beban seberat mungkin.

Dalam streetlifting, atlet harus mengangkat berat tubuhnya sendiri sekaligus beban tambahan. Dua gerakan utama yang umum dipertandingkan adalah:

  • Weighted Pull-Up: Menarik tubuh ke atas pull-up bar dengan beban tambahan yang digantung menggunakan dip belt.

  • Weighted Dip: Mendorong tubuh ke atas menggunakan parallel bar dengan beban tambahan pada dip belt.

Streetlifting merupakan olahraga yang masih berkembang dan mulai dikenal melalui berbagai kompetisi, termasuk yang berkaitan dengan International Streetlifting Federation (ISF) dan FinalRep. Olahraga ini cocok bagi penggemar calisthenics yang ingin meningkatkan kekuatan tubuh bagian atas dengan menambahkan beban secara bertahap.

Manfaat Streetlifting

  • Kekuatan Pulling dan Pushing: Meningkatkan kekuatan gerakan menarik dan mendorong melalui weighted pull-up dan weighted dip.

  • Relative Strength: Melatih kemampuan mengangkat berat tubuh sendiri bersama beban tambahan.

  • Massa Otot Upper Body: Membantu membangun otot punggung, dada, bahu, dan lengan melalui latihan dengan beban tambahan.

  • Kontrol dan Stabilitas Tubuh: Melatih otot inti dan kestabilan bahu saat menggantung atau menopang tubuh.

  • Progressive Overload: Memudahkan peningkatan beban secara bertahap menggunakan weight plate yang dipasang pada dip belt.

Baca Juga: Apa Itu Streetlifting dan Manfaatnya

Perbandingan Spesifikasi Weightlifting vs Streetlifting

Tabel berikut menunjukkan perbedaan Weightlifting dan Streetlifting berdasarkan gerakan, peralatan, sistem beban, otot yang dilatih, dan jenis kekuatan yang dikembangkan.

Kriteria

Weightlifting (Olympic Lifting)

Streetlifting (Weighted Calisthenics)

Gerakan Utama

Mengangkat barbell dari lantai hingga ke atas kepala

Mengangkat atau mendorong berat tubuh dengan beban tambahan

Gerakan Kompetisi

Snatch dan Clean & Jerk

Weighted Pull-Up dan Weighted Dip, serta gerakan lain sesuai kompetisi

Peralatan Utama

Olympic barbell, bumper plate, platform, dan weightlifting shoes

Pull-up bar, dip bar, dip belt, dan weight plate

Sistem Pembebanan

Menggunakan beban pada barbell

Menggunakan berat badan sendiri ditambah beban eksternal

Otot yang Dilatih

Seluruh tubuh, terutama kaki, pinggul, punggung, dan bahu

Terutama punggung, dada, bahu, lengan, dan otot inti

Fokus Kekuatan

Kekuatan eksplosif, kecepatan, koordinasi, dan mobilitas

Kekuatan maksimal, kekuatan relatif terhadap berat badan, dan kontrol tubuh

Organisasi dan Kompetisi

International Weightlifting Federation (IWF)

International Streetlifting Federation (ISF) dan kompetisi seperti FinalRep

Perbedaan utamanya terletak pada cara mengangkat beban. Weightlifting berfokus pada kemampuan mengangkat barbell secara cepat dan eksplosif dari lantai hingga ke atas kepala. Sementara itu, streetlifting mengutamakan kemampuan mengangkat berat tubuh sendiri dengan tambahan beban, terutama melalui gerakan pull-up dan dip.

Perbedaan Gerakan dan Latihan Weightlifting vs Streetlifting

Perbedaan utamanya adalah weightlifting mengutamakan kemampuan mengangkat barbell secara cepat dan eksplosif, sedangkan streetlifting mengutamakan kemampuan mengangkat serta mengontrol berat tubuh dengan beban tambahan. Keduanya membutuhkan teknik yang benar, tetapi memiliki tuntutan kekuatan dan koordinasi yang berbeda.

Beberapa kompetisi streetlifting juga menggunakan format empat angkatan (All4) yang menambahkan dua gerakan berikut:

  • Weighted Muscle-Up: Menarik tubuh melewati pull-up bar, lalu mendorong tubuh ke atas dengan tambahan beban.

  • Barbell Squat: Melakukan gerakan jongkok dan berdiri dengan barbell di punggung atas untuk menguji kekuatan kaki.

Namun, gerakan tambahan tersebut tidak wajib dalam semua kompetisi Streetlifting. Jenis gerakan dan aturan pelaksanaannya bergantung pada format pertandingan.

Perbedaan Peralatan dan Sistem Beban Weightlifting vs Streetlifting

Weightlifting dan streetlifting memiliki sistem pembebanan dan kebutuhan peralatan yang berbeda. Weightlifting menggunakan barbell sebagai beban utama, sedangkan streetlifting menggabungkan berat badan sendiri dengan beban tambahan.

Weightlifting menggunakan barbell dan weight plate untuk melakukan angkatan Snatch serta Clean & Jerk. Peralatan utama yang dibutuhkan meliputi:

  • Olympic Weightlifting Barbell: Barbell khusus dengan sleeve yang dapat berputar untuk mendukung gerakan angkat besi. Umumnya, beratnya 20 kg untuk pria dan 15 kg untuk wanita dalam kompetisi.

  • Bumper Plate: Piringan beban berbahan karet yang dirancang untuk menahan benturan saat barbell dijatuhkan pada permukaan yang sesuai.

  • Weightlifting Platform: Area latihan dengan lantai kayu dan karet tebal untuk membantu melindungi lantai dan mengurangi benturan saat barbell dijatuhkan.

  • Weightlifting Shoes: Sepatu dengan sol kokoh dan tumit lebih tinggi untuk membantu menjaga stabilitas serta posisi tubuh saat mengangkat beban.

Streetlifting menggunakan berat badan sendiri dengan tambahan beban untuk meningkatkan kesulitan latihan. Peralatan utama yang dibutuhkan meliputi:

  • Pull-Up Bar: Palang yang kokoh untuk melakukan weighted pull-up dan muscle-up.

  • Dip Bar / Parallel Bars: Dua palang sejajar untuk melakukan weighted dip.

  • Dipping Belt: Sabuk khusus dengan rantai atau tali untuk menggantungkan beban tambahan saat latihan.

  • Weight Plate: Piringan beban yang dipasang pada dipping belt untuk menambah tingkat kesulitan.

  • Weighted Vest, Barbell, dan Rack: Peralatan tambahan untuk variasi latihan atau kategori kompetisi tertentu.

Karena sistem pembebanannya berbeda, angka beban dalam kedua olahraga ini tidak bisa dibandingkan secara langsung.

Perbedaan Otot yang Dilatih dari Weightlifting vs Streetlifting

Weightlifting dan streetlifting sama-sama melatih kekuatan otot, tetapi memiliki fokus yang berbeda. Weightlifting melibatkan seluruh tubuh dengan penekanan pada kekuatan kaki dan gerakan eksplosif, sedangkan streetlifting lebih berfokus pada kekuatan tubuh bagian atas dan kontrol gerakan.

Weightlifting

  • Otot Tubuh Bagian Bawah: Melatih paha depan (quadriceps), paha belakang (hamstring), bokong (glutes), dan otot pinggul untuk menghasilkan dorongan kuat saat mengangkat barbell.

  • Otot Tubuh Bagian Atas dan Core: Melibatkan punggung atas, bahu, triceps, dan otot inti untuk membantu mengangkat serta menjaga keseimbangan beban.

  • Fokus Kekuatan: Meningkatkan kekuatan eksplosif, kecepatan menghasilkan tenaga, koordinasi tubuh, serta mobilitas pergelangan kaki, pinggul, bahu, dan pergelangan tangan.

Streetlifting

  • Otot Penarik (Pulling): Melatih otot punggung (lats dan upper back), biceps, serta forearm melalui gerakan weighted pull-up.

  • Otot Pendorong (Pushing): Melatih otot dada, triceps, dan bahu depan melalui gerakan weighted dip.

  • Otot Inti (Core): Membantu menjaga posisi tubuh tetap stabil dan mengurangi ayunan saat mengangkat beban tambahan.

  • Fokus Kekuatan: Meningkatkan kekuatan maksimal tubuh bagian atas, kemampuan mengangkat berat badan sendiri dengan beban tambahan, kekuatan genggaman (grip strength), dan stabilitas bahu.

Baca Juga: Beda Weightlifting vs Weight Training

Perbedaan Aturan Kompetisi dan Penilaian Weightlifting vs Streetlifting

Aturan pertandingan weightlifting dan streetlifting berbeda, mulai dari jenis gerakan, jumlah percobaan, hingga cara menentukan pemenang. Setiap angkatan harus memenuhi ketentuan agar hasilnya dinyatakan sah.

Kompetisi Weightlifting

Kompetisi weightlifting mengikuti aturan International Weightlifting Federation (IWF) dengan dua jenis angkatan, yaitu Snatch dan Clean & Jerk. Atlet mendapatkan tiga kesempatan untuk setiap jenis angkatan.

Penilaian dilakukan dengan menjumlahkan beban tertinggi yang berhasil diangkat secara sah pada Snatch dan Clean & Jerk.

Untuk mendapatkan nilai total, atlet harus berhasil menyelesaikan setidaknya satu angkatan yang sah pada masing-masing gerakan.

Kompetisi Streetlifting

Kompetisi Streetlifting memiliki beberapa format pertandingan dengan aturan yang dapat berbeda sesuai penyelenggara, seperti International Streetlifting Federation (ISF) dan FinalRep.

Dalam Classic Streetlifting (1RM), atlet berusaha mengangkat beban tambahan seberat mungkin melalui satu repetisi weighted pull-up dan weighted dip yang sah. Pada format tertentu, atlet mendapatkan tiga kesempatan untuk setiap gerakan.

Sementara itu, Multirep Streetlifting menguji kemampuan atlet untuk melakukan repetisi sah sebanyak mungkin menggunakan beban tambahan yang telah ditentukan.

Beberapa kompetisi menerapkan batas waktu dua menit, misalnya dengan beban tambahan 32 kg untuk pull-up dan 48 kg untuk dip, tetapi ketentuannya dapat berbeda.

Ada juga format Weighted Calisthenics atau All4 yang mempertandingkan empat gerakan, yaitu Weighted Muscle-Up, Weighted Pull-Up, Weighted Dip, dan Barbell Squat. Format ini tidak digunakan dalam semua kompetisi Streetlifting.

Memulai Weightlifting

Bagi pemula yang ingin mencoba weightlifting dan sudah terbiasa melakukan latihan angkat beban, berikut beberapa langkah persiapan yang dapat dilakukan:

  • Pahami Gerakan Dasar: Pelajari gerakan squat, hip hinge (seperti deadlift), dan cara menjaga beban tetap stabil di atas kepala.

  • Mulai dari Teknik: Gunakan barbell ringan atau pipa PVC untuk mempelajari gerakan Snatch dan Clean & Jerk sebelum menambah beban.

  • Latih Mobilitas Tubuh: Lakukan pemanasan untuk meningkatkan kelenturan dan ruang gerak pergelangan kaki, pinggul, bahu, serta pergelangan tangan.

  • Berlatih dengan Pelatih: Mintalah bimbingan pelatih yang berpengalaman untuk membantu memperbaiki teknik dan mengurangi risiko cedera saat mengangkat beban.

Memulai Streetlifting

Bagi pemula yang ingin mencoba streetlifting dan sudah rutin latihan calisthenic, berikut beberapa langkah persiapan yang dapat dilakukan:

  • Kuasai Gerakan Bodyweight: Biasakan melakukan 8–10 repetisi pull-up dan 10–12 repetisi dip dengan teknik yang benar sebelum menambahkan beban. Jumlah ini dapat menjadi acuan, bukan syarat wajib.

  • Mulai dari Beban Ringan: Tambahkan weight plate sekitar 2,5–5 kg menggunakan dipping belt. Pastikan beban menggantung dengan stabil di antara kedua kaki.

  • Jaga Teknik dan Range of Motion: Lakukan pull-up hingga dagu melewati bar dan dip dengan kedalaman yang nyaman serta terkontrol, tanpa mengayunkan tubuh.

  • Tingkatkan Beban Bertahap: Tambahkan beban sedikit demi sedikit setelah tubuh terbiasa. Hindari langsung mencoba beban maksimal agar otot dan sendi memiliki waktu untuk beradaptasi.

FAQ

Apakah weightlifting dan streetlifting bisa digabungkan dalam satu program latihan mingguan?

Ya, keduanya bisa digabungkan karena memiliki manfaat yang saling melengkapi. Namun, pastikan jadwal latihan memberikan waktu pemulihan yang cukup.

Berapa kali seminggu pemula sebaiknya melakukan weightlifting atau streetlifting?

Pemula dapat memulai latihan sebanyak 2–3 kali seminggu dengan memberikan jeda istirahat di antara sesi. Waktu pemulihan penting agar otot, sendi, dan tendon dapat beradaptasi dengan latihan. Frekuensi dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.

Mana yang lebih membutuhkan mobilitas sendi, weightlifting atau streetlifting?

Weightlifting umumnya membutuhkan mobilitas seluruh tubuh yang lebih luas, terutama pada pergelangan kaki, pinggul, bahu, dan pergelangan tangan. Sementara itu, Streetlifting lebih menekankan mobilitas dan stabilitas bahu, terutama saat melakukan weighted pull-up dan dip.

Apakah peralatan streetlifting lebih praktis untuk dilatih di rumah dibandingkan dengan weightlifting?

Ya, Streetlifting umumnya membutuhkan lebih sedikit ruang dan peralatan, seperti pull-up bar, dip bar, dipping belt, dan weight plate.

Sementara itu, weightlifting membutuhkan Olympic barbell, bumper plate, serta area latihan dengan lantai yang mampu menahan benturan beban. Keduanya tetap dapat dilakukan di home gym dengan perlengkapan dan ruang yang sesuai.

Bagaimana cara menambah beban streetlifting dengan aman?

Tambahkan beban secara bertahap menggunakan weight plate kecil, misalnya 1,25 kg atau 2,5 kg, setelah mampu menyelesaikan seluruh set dan repetisi dengan teknik yang benar.

Pastikan gerakan tetap terkontrol, tidak mengayunkan tubuh, dan menggunakan rentang gerak yang nyaman.

Hindari terburu-buru mencoba beban maksimal agar otot dan tendon memiliki waktu untuk beradaptasi.

Pilihan Perlengkapan Terbaik untuk Latihan Anda Bersama Strengthbae

Weightlifting dan streetlifting sama-sama dapat membantu membangun kekuatan dan massa otot, tetapi memiliki gerakan dan kebutuhan peralatan yang berbeda. Apa pun pilihan Anda, pastikan Anda menggunakan perlengkapan yang sesuai agar latihan lebih nyaman dan terarah.

Ingin mulai latihan weightlifting atau streetlifting di rumah? Strengthbae menyediakan berbagai peralatan seperti Olympic barbell, bumper plate, pull-up bar, dip bar, dan dipping belt untuk mendukung latihan Anda.

Hubungi tim Strengthbae untuk menemukan peralatan yang sesuai dengan kebutuhan, ruang, dan budget Anda. Mulai bangun home gym impian dan tingkatkan kemampuan latihan Anda bersama Strengthbae.

Strengthbae adalah brand peralatan gym profesional yang menyediakan solusi untuk kebutuhan bisnis gym komersial dan home gym. Mulai dari rack, All in One Trainer, hingga aksesori latihan fungsional hybrid race standar HYROX, semuanya tersedia di Strengthbae.