Panduan Leg Day Lengkap: Gerakan, Urutan, dan Tips Latihan

Leg day adalah sesi latihan yang berfokus pada otot tubuh bagian bawah, seperti paha depan, paha belakang, glutes, paha dalam, dan betis. Agar latihan lebih efektif, perhatikan urutan gerakan, jumlah set dan repetisi, beban, serta waktu istirahat. Panduan ini membahas cara menyusun leg day dari awal hingga akhir untuk latihan di rumah maupun di gym.
Otot yang Perlu Dilatih Saat Leg Day
Latihan leg day sebaiknya tidak hanya fokus pada satu bagian kaki seperti paha depan. Agar kekuatan tubuh bagian bawah lebih seimbang, latih juga paha belakang, glutes, paha dalam, dan betis. Kombinasi ini membantu tubuh menjadi lebih stabil dan mengurangi risiko ketidakseimbangan otot.
Quadriceps
Quadriceps adalah otot paha bagian depan. Otot ini banyak bekerja saat meluruskan lutut, seperti pada squat, leg press, hack squat, dan leg extension.
Hamstring
Hamstring adalah otot paha bagian belakang. Otot ini membantu menekuk lutut dan menggerakkan pinggul, terutama pada Romanian deadlift, leg curl, dan gerakan hip hinge.
Glutes
Glutes adalah otot bokong yang berperan besar dalam menghasilkan dorongan dari pinggul. Otot ini aktif pada squat, hip thrust, lunge, dan Romanian deadlift.
Adductor
Adductor adalah otot paha bagian dalam. Otot ini membantu menjaga kestabilan panggul dan posisi lutut saat melakukan berbagai gerakan lower body.
Calf
Calf adalah otot betis yang membantu gerakan jinjit dan dorongan dari pergelangan kaki. Melatih betis penting agar kekuatan dan perkembangan kaki bagian bawah tetap seimbang.
Urutan Leg Day yang Umum Digunakan
Urutan latihan leg day penting karena tenaga dan fokus biasanya masih paling tinggi di awal sesi. Karena itu, gerakan utama yang lebih berat atau membutuhkan teknik yang lebih baik sebaiknya dilakukan lebih dulu.
Gerakan isolasi bisa ditempatkan di bagian akhir karena biasanya lebih sederhana dan tidak membutuhkan banyak keseimbangan. Dengan urutan ini, otot tidak cepat lelah sebelum latihan utama selesai.
Warm-Up atau Pemanasan
Mulai dengan kardio ringan sekitar 5 menit, seperti jalan santai, sepeda statis, atau treadmill. Setelah itu, lakukan peregangan dinamis dan warm-up set dengan beban ringan agar sendi dan tubuh siap untuk latihan utama.
Gerakan Leg Day Utama
Lakukan gerakan utama yang melibatkan banyak otot dan membutuhkan tenaga paling besar, seperti barbell squat, hack squat, atau leg press. Bagian ini sebaiknya dilakukan saat energi masih penuh.
Latihan untuk Pinggul dan Paha
Lanjutkan dengan gerakan yang lebih banyak melibatkan pinggul dan otot bagian belakang tubuh, seperti Romanian deadlift atau hip thrust.
Latihan Unilateral atau Satu Sisi
Tambahkan latihan satu kaki secara bergantian, seperti Bulgarian split squat atau walking lunge. Latihan ini membantu melatih keseimbangan dan mengurangi perbedaan kekuatan antara kaki kanan dan kiri.
Latihan Isolasi atau Otot Tertentu
Setelah gerakan utama selesai, lakukan latihan yang lebih fokus pada otot tertentu, seperti leg extension dan leg curl. Gerakan ini cocok untuk menambah volume latihan tanpa memerlukan banyak keseimbangan.
Latihan Betis
Akhiri sesi dengan latihan betis seperti standing calf raise atau seated calf raise untuk melengkapi latihan leg day.
Berikut adalah contoh susunan latihan satu sesi leg day yang bisa Anda lakukan di rumah atau di gym.
Tahapan Leg Day | Contoh Gerakan Latihan | Set & Repetisi |
1. Warm-Up atau Pemanasan | Kardio ringan, dynamic stretch, warm-up set | ±5 menit + warm-up set |
2. Gerakan Leg Day Utama | Barbell Squat / Hack Squat / Leg Press | 3 Set × 8–12 Reps |
3. Latihan untuk Pinggul dan Paha | Romanian Deadlift / Hip Thrust | 3 Set × 8–12 Reps |
4. Latihan Unilateral atau Satu Sisi | Walking Lunge / Bulgarian Split Squat | 3 Set × 10–12 Reps per sisi |
5. Latihan Isolasi atau Otot Tertentu | Leg Extension / Leg Curl | 3 Set × 10–15 Reps |
6. Latihan Betis | Standing Calf Raise / Seated Calf Raise | 3 Set × 15–20 Reps |
Cara Menentukan Jumlah Latihan untuk Leg Day
Jumlah latihan dalam satu sesi leg day tidak harus selalu banyak. Sesuaikan dengan level kemampuan, tujuan latihan, waktu yang tersedia, dan kemampuan tubuh untuk pulih agar setiap gerakan tetap bisa dilakukan dengan teknik yang baik.
Jumlah Gerakan dalam Satu Sesi Leg Day
Satu sesi leg day tidak perlu berisi terlalu banyak gerakan. Untuk pemula atau latihan umum, sekitar 4–6 gerakan sudah cukup, misalnya terdiri dari gerakan utama, latihan pinggul, latihan satu kaki, latihan isolasi, dan betis. Sebaiknya, fokus pada kualitas gerakan dan teknik daripada menambah terlalu banyak variasi.
Cara Memilih Beban untuk Pemula
Pilih beban untuk leg day yang masih bisa dikontrol dengan teknik yang baik dan gerakan penuh. Jangan terburu-buru menambah beban. Anda bisa meningkatkan beban secara bertahap setelah target repetisi bisa diselesaikan dengan nyaman dan konsisten.
Jumlah Set dan Repetisi untuk Leg Day
Pemula bisa mulai dengan 2–3 set per gerakan dan sekitar 8–12 repetisi. Fokus utama adalah membangun teknik dan kebiasaan latihan leg day terlebih dahulu.
Untuk membangun massa otot pada leg day, gerakan utama bisa dilakukan sekitar 6–10 repetisi, sedangkan latihan isolasi sekitar 10–15 repetisi. Jika fokus utama adalah meningkatkan kekuatan, gunakan beban lebih berat pada gerakan utama dengan sekitar 3–6 repetisi dan waktu istirahat yang lebih panjang.
Perbandingan Gerakan Leg Day: Leg Extension vs Leg Curl
Leg extension dan leg curl sama-sama termasuk latihan isolasi, tetapi menargetkan bagian kaki yang berbeda. Keduanya cocok ditempatkan setelah latihan utama seperti squat, leg press, atau Romanian deadlift.
Leg Extension
Leg extension fokus melatih otot paha depan (quadriceps). Duduk dengan posisi lutut sejajar dengan poros mesin, lalu luruskan kaki ke depan dan turunkan kembali secara perlahan.
Tips: gunakan beban yang masih bisa dikontrol dan hindari menghentakkan kaki saat mengangkat beban.
Leg Curl
Leg curl fokus melatih otot paha belakang (hamstrings) melalui gerakan menekuk lutut. Tarik pad ke arah belakang kaki secara perlahan, lalu kembalikan dengan kontrol.
Tips: jaga pinggul tetap menempel pada mesin agar gerakan benar-benar berasal dari hamstrings.
Compound vs Isolation Exercise dalam Leg Day
Gerakan compound dan isolation memiliki fungsi yang berbeda. Compound biasanya dilakukan lebih awal karena membutuhkan tenaga dan koordinasi lebih besar, sedangkan isolation digunakan untuk memberi fokus tambahan pada otot tertentu.
Compound Exercise
Compound exercise melibatkan beberapa sendi dan kelompok otot sekaligus, seperti squat, leg press, hack squat, Romanian deadlift, lunge, Bulgarian split squat, dan hip thrust.
Tips: prioritaskan gerakan ini di awal sesi saat tenaga masih penuh dan fokus pada teknik sebelum menambah beban.
Isolation Exercise
Isolation exercise lebih fokus pada satu kelompok otot, seperti leg extension, leg curl, calf raise, dan hip abductor/adductor.
Tips: gunakan gerakan yang terkontrol dan rasakan kerja otot target, bukan sekadar mengejar beban berat.
Perbandingan Squat vs Leg Press vs Hack Squat
Squat, leg press, dan hack squat sama-sama melatih tubuh bagian bawah, tetapi kebutuhan keseimbangan dan dukungan mesinnya berbeda.
Squat
Squat melibatkan quadriceps, glutes, core, dan banyak otot penstabil sekaligus. Gerakan ini cocok untuk melatih kekuatan sekaligus kontrol tubuh.
Tips: turunkan pinggul dengan kontrol, jaga punggung tetap stabil, lalu dorong tubuh kembali berdiri melalui kaki.
Leg Press
Leg press dilakukan dengan posisi tubuh ditopang oleh mesin, sehingga Anda bisa lebih fokus mendorong dengan kaki tanpa membutuhkan banyak keseimbangan.
Tips: tempatkan kaki dengan stabil pada footplate dan jangan mengunci lutut secara berlebihan saat mendorong.
Hack Squat
Hack squat menggunakan lintasan terpandu dan sandaran punggung, sehingga gerakan squat terasa lebih stabil dan mudah difokuskan pada quadriceps dan glutes.
Tips: jaga punggung tetap menempel pada sandaran dan turunkan tubuh hanya sejauh posisi yang masih nyaman dan terkontrol.
Gerakan Melatih Hamstring dalam Leg Day
Hamstring sebaiknya tidak hanya dilatih lewat squat. Untuk hasil yang lebih lengkap, gunakan kombinasi gerakan dari pinggul dan gerakan menekuk lutut.
Hip Hinge
Gerakan hip hinge seperti Romanian deadlift atau stiff-leg deadlift melatih hamstring saat otot berada dalam posisi lebih teregang. Dorong pinggul ke belakang sambil menjaga punggung tetap stabil, lalu kembali berdiri.
Tips: jangan menurunkan beban terlalu jauh jika punggung mulai membulat.
Knee Flexion
Gerakan seperti seated leg curl atau lying leg curl melatih hamstring melalui gerakan menekuk lutut. Tarik pad ke arah belakang kaki, lalu kembalikan secara perlahan.
Tips: hindari menghentakkan beban agar hamstring tetap bekerja sepanjang gerakan.
Gerakan Melatih Glutes dalam Leg Day
Glutes dapat dilatih melalui gerakan yang melibatkan dorongan pinggul dan latihan satu kaki. Beberapa pilihan yang efektif adalah hip thrust, Romanian deadlift, Bulgarian split squat, dan reverse lunge.
Hip Thrust
Hip thrust berfokus pada dorongan pinggul untuk melatih glutes. Sandarkan punggung atas pada bench, lalu dorong pinggul ke atas dan turunkan kembali dengan kontrol.
Tips: kencangkan glutes di posisi atas tanpa melengkungkan punggung secara berlebihan.
Bulgarian Split Squat dan Reverse Lunge
Kedua gerakan ini melatih glutes sekaligus membantu keseimbangan dan kekuatan kaki kanan-kiri. Turunkan tubuh dengan kontrol, lalu dorong kembali menggunakan kaki depan.
Tips: jaga lutut dan kaki tetap stabil sepanjang gerakan.
Gerakan Melatih Calf dalam Leg Day
Calf atau otot betis perlu dilatih secara langsung jika ingin perkembangan kaki bagian bawah lebih seimbang. Latihan ini biasanya ditempatkan di bagian akhir sesi leg day.
Calf Raise
Standing calf raise, seated calf raise, atau Smith machine calf raise dilakukan dengan mengangkat tumit hingga posisi jinjit, lalu menurunkannya kembali secara perlahan.
Tips: gunakan gerakan penuh dan jangan terburu-buru agar otot betis bekerja lebih maksimal.
Tips Latihan Leg Day di Rumah atau di Home Gym
Latihan leg day di rumah tetap bisa efektif meski hanya menggunakan dumbbell dan adjustable bench. Gerakan seperti goblet squat, Bulgarian split squat, dumbbell Romanian deadlift, reverse lunge, hip thrust, dan calf raise sudah cukup untuk melatih paha depan, hamstring, glutes, dan betis.
Jika home gym Anda memiliki Smith machine, latihan leg day bisa dibuat lebih stabil dengan Smith squat, Romanian deadlift, Bulgarian split squat, hip thrust, dan calf raise. Jalur bar yang terpandu juga membantu menjaga gerakan tetap terkontrol saat beban mulai meningkat.
Kuncinya, pilih 4–6 gerakan utama dalam satu sesi, mulai dari beban yang masih nyaman dikontrol, lalu tambah beban atau repetisi secara bertahap. Pastikan juga tersedia ruang yang cukup agar latihan leg day di rumah tetap aman dan nyaman.
Pilihan Alat Gym Latihan Leg Day untuk Home Gym
Untuk latihan leg day di rumah, pilih alat gym yang sesuai dengan ruang dan kebutuhan. Anda tidak perlu membeli semuanya sekaligus; mulai dari alat yang paling serbaguna, lalu tambahkan mesin jika home gym masih memiliki ruang.
Beberapa alat gym yang bisa diprioritaskan untuk leg day di rumah:
Squat rack atau Smith machine untuk squat, lunge, Romanian deadlift, dan calf raise.
Adjustable bench untuk Bulgarian split squat, hip thrust, dan latihan unilateral.
Dumbbell atau barbell untuk berbagai latihan kaki tanpa mesin besar.
Leg press atau hack squat untuk menambah variasi latihan paha dan glutes.
Leg extension dan leg curl untuk melatih quadriceps dan hamstring secara lebih spesifik.
Hip thrust machine atau calf machine jika ingin menambah latihan khusus dan ruang home gym mencukupi.
Prioritaskan alat yang bisa digunakan untuk banyak gerakan terlebih dahulu. Untuk home gym dengan ruang terbatas, kombinasi squat rack atau Smith machine, bench, dan dumbbell biasanya sudah cukup untuk latihan leg day di rumah yang lengkap.
FAQ
Apakah leg day harus dimulai dengan squat?
Tidak selalu. Memulai sesi leg day dapat diawali dengan leg press, hack squat, atau gerakan compound lainnya sesuai dengan target spesifik dan tingkat kenyamanan sendi Anda.
Apakah squat dan leg press perlu dilakukan dalam satu sesi?
Bisa dilakukan, tetapi tidak wajib. Jika salah satu gerakan compound sudah memberikan volume latihan yang cukup untuk paha depan dan bokong, Anda dapat mengalokasikan sisa energi untuk gerakan hip-dominant atau isolation.
Apakah leg day sekali seminggu cukup untuk membentuk otot kaki?
Cukup untuk pemula dan untuk rutinitas selama total latihan dan intensitas set leg day dilakukan dengan teknik yang benar dan bertahap. Untuk tingkat lanjut, membagi latihan leg day ke dalam dua sesi seminggu sangat disarankan.
Peralatan gym apa saja yang diperlukan untuk melakukan leg day yang lengkap?
Untuk sesi leg day yang lengkap, peralatan esensial meliputi squat rack atau Smith machine, barbell dan weight plate, adjustable dumbbell, adjustable bench, serta mesin leg extension dan leg curl.
Membangun Latihan Leg Day Terbaik Bersama StrengthBae
Latihan leg day yang lengkap tidak ditentukan dari banyaknya variasi gerakan yang dipaksakan dalam satu hari. Kunci utama keberhasilan latihan kaki terletak pada penyusunan urutan, kombinasi berbagai gerakan, serta penerapan jumlah latihan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Untuk mendukung rutinitas leg day di rumah, memiliki alat fitness yang kuat, tahan lama, dan bergaransi resmi adalah kunci kenyamanan jangka panjang. Jika Anda ingin berkonsultasi mengenai rekomendasi peralatan leg day, perlengkapan home gym yang sesuai, atau konsultasi tata letak ruangan home gym, silakan hubungi tim Strengthbae untuk konsultasi gratis.
Strengthbae adalah brand peralatan gym profesional yang menyediakan solusi untuk kebutuhan bisnis gym komersial dan home gym. Mulai dari rack, All in One Trainer, hingga aksesori latihan fungsional seperti sandbag standar Hyrox, semuanya tersedia di Strengthbae.






